SMAN 5 Gelar IHT Adiwiyata

Foto: SMAN 5 FOR BALIKPAPAN POS KOMPAK: Para narasumber foto bersama, kepala sekolah dan para guru peserta IHT adiwiyata mandiri SMAN 5 Balikpapanusai kegiatan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN—SMAN 5 Balikpapan pada Kamis (15/2) menggelar In House Training (IHT) menuju sekolah Adiwiyata mandiri tahun 2018 yang diikuti guru-guru sekolah bertempat di ruang Bengkirai.
Kegiatan IHT yang memfokuskan pada bedah dokumen dalam persiapan menuju adiwiyata mandiri yaitu empat dokumen diantaranya kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berwawasan lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif serta sara dan prasarana sekolah yang ramah lingkungan.
Pada kesempatan IHT disampaikan langsung oleh narasumber dari Forum Adiwiyata Mandiri (FAM) diantaranya H Baharuddin MPd, HM Usman MPd, Syahrir MM, dan Hj Siti Sunarmi juga kepala SMAN 5 Balikpapan Ririen Friedayati.

Menurut Nurul Hidayati MPd, Koordinator Adiwiyata SMAN 5 Balikpapan, mendampingi Ririen Friedayati selaku Kepala SMAN 5, hasil yang diinginkan agar penyusunan dokumentasi adiwiyata yang terintegrasi lingkungan lengkap dengan sasaran peserta yaitu para wakil kepala sekolah, guru-guru, tata usaha, serta melibatkan komite sekolah.

“Nantinya dari hasil IHT adiwiyata ini, para guru akan melakukan penyusunan dokumen terutama RPP (rencana pembelajaran) yang terintegrasi lingkungan dan dokumen ini akan dievaluasi dalam waktu sebulan,” jelas Nurul.
Harapan lainnya agar tahapan dalam dokumen kurikulum, dapat menjadi kelanjutan membentuk karakter para pelajar menjadi peduli dan berbudaya lingkungan.

Sementara itu menurut Waka Kurikulum, Agus Budianto MPd, pihaknya sangat mendukung kegiatan IHT adiwiyata, karena program yang baik dalam rangka mendukung SMAN 5 Balikpapan menuju sekolah adiwiyata mandiri tahun 2018.

“Apalagi dalam materi juga dibahas tentang penyusunan RPP yang terintegrasi lingkungan, jadi selain berupa RPP para guru juga akan menerapkan kurikulum tadi dalam pembelajaran di kelas dan action di lapangan,” jelas Agus.

Dirinya menyebutkan upaya penerapan aksi lingkungan, dengan menerapkan ulangan semester untuk pelajar kelas 12 dengan berbasis android. “Jadi kami dalam ulangan ini mampu menghemat penggunana kertas sebanyak 30 rim, atau dari sisi efisiensi terjadi pengurangan anggaran ulangan mencapai 60 persen. “Jadi hemat kertas, tinta, master, dan tentunya hemat energi, sebagai upaya kami menjadikan SMAN 5 Balikpapan menuju adiwiyata mandiri 2018,” terang Agus.

Diantara narasumber, yaitu H Baharuddin MPd yang juga ketua FAM Balikpapan menyebutkan IHT membedah dokumen adiwiyata menjadi hal pokok yang harus dibenahi oleh para sekolah calon adiwiyata mandiri. “Karena evaluasi tahun lalu, memang ada sekolah yang tidak lolos adiwiyata mandiri karena mereka kurang pada dokumen 1 dan 2 (kebijakan berwawasan lingkungan dan kurikulum berwawasan lingkungan), inilah yang perlu dibenahi oleh setiap sekolah,” terang Baharuddin yang akrab disapa pak Bahar ini.

Dirinya menyebut seperti mengapa sekolah membuat lubang biopori, tentunya hal ini harus ada yang mendukung dalam kurikulum terintegrasi lingkungan dengan adanya masalah di sekolah yang memberikan solusi.

“Misalnya adanya lubang biopori diintegrasikan dengan pembelajaran matematika untuk tingkat SD dan SLTP, sedangkan untuk SMA misalnya bagaimana penyerapan air yang dapat diserap dengan adanya lubang biopori tersebut,” terang Bahar.

Sehingga dengan adanya isu lokal yang diintegrasikan dengan kurikulum pembelajaran dalam RPP ini diharapkan telah menyatu pembelajaran yang terintegrasi lingkungan, dan tujuan akhirnya membentuk karakter pelajar berwawasn lingkungan. (***han)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*